RD Pelangsing Merupaka salah satu pelangsing yang lagi booming di kalangan kaum hawa. RD pelangsing sangat ampuh dalam mengatasi kelebihan berat badan baik pria maupun wanita.
RD Pelangsing ada 2 jenis
Rd Pelangsing Super, yg merupakan dosis yg di diracikan untuk yang berat badannya 70 kg ke atas yg kapsul nya berwarna putih, dan satu lagi RD pelangsing berwarna merah , yakni yg digunakan untuk yg memiliki berat badan 70 kg kebawah
jadi siapa saya yg minat bisa langsung klik link di bawah ini đ
https://api.whatsapp.com/send?phone=6285360600068
Sabtu, 25 April 2020
Rabu, 21 Januari 2015
Kamis, 25 September 2014
Logo-logo Aceh
Logo Kemenag (iklas Beramal)
Logo SMA Negeri 1 Ingin Jaya
UIN Ar-Raniry
Tut Wuri Handayani
Pemerintah Aceh Besar
Rabu, 24 September 2014
Kerajaan Meulayu dan Sriwijaya
KERAJAAN MELAYU DAN SRIWIJAYA
1.
Kerajaan Melayu
Kerajaan Melayu atau dalam bahasa Tionghoa ditulis Ma-La-Yu (æĢįž
įå)
merupakan sebuah nama kerajaan yang berada di Pulau Sumatera. Dari bukti dan
keterangan yang disimpulkan dari prasasti dan berita dari Cina, keberadaan
kerajaan yang mengalami naik turun ini dapat di diketahui dimulai pada abad
ke-7 yang berpusat di Minanga, pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan
diawal abad ke 15 berpusat di Suruaso atau Pagaruyung.
Kerajaan ini berada di pulau Swarnadwipa atau Swarnabumi
(Thai:Sovannophum) yang oleh para pendatang disebut sebagai pulau emas yang
memiliki tambang emas, dan pada awalnya mempunyai kemampuan dalam mengontrol
perdagangan di Selat Melaka sebelum akhirnya terintegrasi dengan Kerajaan Sriwijaya
(Thai:Sevichai) pada tahun 682
Penggunaan kata Melayu, telah dikenal sekitar tahun 100-150 seperti yang
tersebut dalam buku Geographike Sintaxis karya Ptolemy yang menyebutkan
maleu-kolon. Dan kemudian dalam kitab Hindu Purana pada zaman Gautama Buddha
terdapat istilah Malaya dvipa yang bermaksud tanah yang dikelilingi air.
Dari uraian I-tsing jelas sekali bahwa Kerajaan Melayu terletak di tengah
pelayaran antara Sriwijaya dan Kedah. Jadi Sriwijaya terletak di selatan atau
tenggara Melayu. Hampir semua ahli sejarah sepakat bahwa negeri Melayu
berlokasi di hulu sungai Batang Hari, sebab pada alas arca Amoghapasa yang
ditemukan di Padangroco terdapat prasasti bertarikh 1208 Saka (1286) yang
menyebutkan bahwa arca itu merupakan hadiah raja Kertanagara (Singhasari)
kepada raja Melayu
Prof. Slamet Muljana berpendapat, istilah Malayu berasal dari kata Malaya
yang dalam bahasa Sanskerta bermakna “bukit”. Nama sebuah kerajaan biasanya
merujuk pada nama ibu kotanya. Oleh karena itu, ia tidak setuju apabila istana Malayu
terletak di Kota Jambi, karena daerah itu merupakan dataran rendah. Menurutnya,
pelabuhan Malayu memang terletak di Kota Jambi, tetapi istananya terletak di
pedalaman yang tanahnya agak tinggi. Dan menurut prasasti Tanjore yang
dikeluarkan oleh Rajendra Chola I bertarikh 1030, menyebutkan bahwa ibu kota
kerajaan Malayu dilindungi oleh benteng-benteng, dan terletak di atas bukit
Dari keterangan Abu Raihan Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni, ahli geografi
Persia, yang pernah mengunjungi Asia Tenggara tahun 1030 dan menulis catatan
perjalanannya dalam Tahqiq ma li l-Hind (Fakta-fakta di Hindia) yang menyatakan
bahwa ia mengunjungi suatu negeri yang terletak pada garis khatulistiwa pulau
penghasil emas atau Golden Khersonese yakni pulau Sumatera
2.
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di
nusantara. Kerajaan yang dikeal dengan kekuatan maritimnya tersebut berhasil
menguasi pulau Sumatra, Jawa, Pesisir Kalimantan, Kamboja, Thailand Selatan,
dan Semenanjung Malaya yang kemudian menjadikan Kerajaan Sriwijaya sebagai
kerajaan yang berhasil menguasai perdagangan di Asia-tenggara pada masa itu.
a.
Berdirinya Kerajaan Sriwijaya
Tidak banyak bukti sejarah yang menerangkan kapan berdirinya Kerajaan
Sriwijaya. Bukti tertua datangnya dari berita Cina yaitu pada tahun 682 M
terdapat seorang pendeta Tiongkok bernama I-Tsing yang ingin belajar agama
Budha di India, singgah terlebih dahulu di Sriwijaya untuk mendalami bahasa
Sanskerta selama 6 Bulan. Tercatat juga Kerajaan Sriwijaya pada saat itu
dipimpin oleh Dapunta Hyang.
Selain berita dari luar, terdapat juga beberapa prasasti peninggalan
Kerajaan Sriwijaya, diantaranya adalah prasasti Kedukan Bukit (605S/683M) di
Palembang. Isi dari prasasti terseubt adalah Dapunta Hyang mengadakan ekspansi
8 hari dengan membawa 20.000 tentara, kemudian berhasil menaklukkan dan
menguasai beberapa daerah. Dengan kemenangan itu Sriwijaya menjadi makmur. Dari
kedua bukti tertua di atas bisa disimpulkan Kerajaan Sriwijaya berdiri pada
abad ke-7 dengan raja pertamanya adalah Dapunta Hyang.
b.
Kejayaan Kerajaan Sriwijaya
Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya berada pada abad 9-10 Masehi dimana
Kerajaan Sriwijaya menguasai jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara.
Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia
Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja,
Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan
Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang
mengenakan bea dan cukai atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengumpulkan
kekayaannya dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar
Tiongkok, dan India.
c.
Keruntuhan Sriwijaya
Kemunduran yang berakhirnya Kerajaan Sriwijaya dipengaruhi oleh beberapa
faktor, diantaranya:
1.
Pada tahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, soerang
dari dinasti Cholda di Koromande, India Selatan. Dari dua serangan tersebut
membuat luluh lantah armada perang Sriwijaya dan membuat perdagangan di wilayah
Asia-tenggara jatuh pada Raja Chola. Namun Kerajaan Sriwijaya masih berdiri.
2.
Melemahnya kekuatan militer Sriwijaya, membuat
beberapa daerah taklukannya melepaskan diri sampai muncul Dharmasraya dan
Pagaruyung sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah
jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya, Sumatera, sampai Jawa
bagian barat.
3.
Melemahnya Sriwijaya juga diakibatkan oleh faktor
ekonomi. Para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan
Sriwijaya semakin berkurang karena daerha-daerah strategis yang dulu merupakan
daerah taklukan Sriwijaya jatuh ke tangan raja-raja sekitarnya.
4.
Munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat seperti
Dharmasraya yang sampai menguasai Sriwijaya seutuhnya serta Kerajaan Singhasari
yang tercatat melakukan sebuah ekspedisi yang bernama ekspedisi Pamalayu.
Kerajaan Sriwijaya pun akhirnya runtuh di tangan Kerajaan Majapahit pada
abad ke-13.
d.
Sumber-sumber Sejarah Kerajaan
Sriwijaya
Ada dua jenis sumber sejarah yang menggambarkan
keberadaan Kerajaan Sriwijaya, yaitu Sumber berita asing dan prasasti.
1.
Sumber Berita Asing
a.
Berita dari Cina
Dalam perjalanannya untuk menimba ilmu agama Buddha di
India, I-Tsing pendeta dari Cina, singgah di Shi-li-fo-shih (Sriwijaya) selama
enam bulan dan mempelajari paramasastra atau tata bahasa Sanskerta. Kemudian,
bersama guru Buddhis, Sakyakirti, ia menyalin kitab Hastadandasastra ke dalam
bahasa Cina. Kesimpulan I-Tsing mengenai Sriwijaya adalah negara ini telah maju
dalam bidang agama Buddha.
b.
Berita Arab
menyebutkan adanya negara Zabag (Sriwijaya). Ibu
Hordadheh mengatakan bahwa Raja Zabag banyak menghasilkan emas. Setiap tahunnya
emas yang dihasilkan seberat 206 kg. Berita lain disebutkan oleh Alberuni. Ia
mengatakan bahwa Zabag lebih dekat dengan Cina daripada India. Negara ini
terletak di daerah yang disebut Swarnadwipa (Pulau Emas) karena banyak
menghasilkan emas.
2.
Sumber Prasasti
Selain dari sumber berita asing, keberadaan Kerajaan
Sriwijaya juga tercatat pada prasasti-prasasti yang pernah ditinggalkan,
diantaranya:
a.
Prasasti Kedukan Bukit (605S/683M) di Palembang.
Isinya: Dapunta Hyang mengadakan ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 tentara,
kemudian berhasil menaklukkan dan menguasai beberapa daerah. Dengan kemenangan
itu Sriwijaya menjadi makmur.
b.
Prasasti Talang Tuo (606 S/684M) di sebelah barat
Palembang. Isinya tentang pembuatan sebuah Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang
Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk.
c.
Prasasti Kota Kapur (608 S/686 M) di Bangka.
d.
Prasasti Karang Birahi (608 S/686 M) di Jambi.
Keduanya berisi permohonan kepada Dewa untuk keselamatan rakyat dan kerajaan
Sriwijaya.
e.
Prasasti Talang Batu (tidak berangka tahun) di
Palembang. Isinya kutukan-kutukan terhadap mereka yang melakukan kejahatan dan
melanggar perintah raja.
f.
Prasasti Palas di Pasemah, Lampung Selatan. Isinya
Lampung Selatan telah diduduki oleh Sriwijaya.
g.
Prasasti Ligor (679 S/775 M) di tanah genting Kra.
Isinya Sriwijaya diperintah oleh Darmaseta.
e.
Raja-raja Sriwijaya
Dari abad ke-7 sampai ke-13 Masehi, Kerajaan Sriwijaya
pernah di pimpin oleh raja-raja di bawah ini, yaitu:
1.
Dapunta Hyang Sri Jayanasa
2.
Sri IndravarmanChe-li-to-le-pa-mo
3.
Rudra VikramanLieou-t’eng-wei-kong
4.
Maharaja WisnuDharmmatunggadewa
5.
Dharanindra Sanggramadhananjaya
6.
Samaragrawira
7.
Samaratungga
9.
Sri UdayadityavarmanSe-li-hou-ta-hia-li-tan
10.
Hie-tche (Haji)
11.
Sri CudamanivarmadevaSe-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa
12.
Sri MaravijayottunggaSe-li-ma-la-pi
13.
Sumatrabhumi
14.
Sangramavijayottungga
15.
Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo
16.
Rajendra II
17.
Rajendra III
18.
Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
19.
Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
20.
Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra
Maulimali Warmadewa
f.
Kehidupan Sosial-Ekonomi dan
Kebudayaan
Letak Sriwijaya sangat strategis di jalur perdagangan
antara India-Cina. Di samping itu juga berhasil menguasai Selat Malaka yang merupakan
urat nadi perdagangan di Asia Tenggara, menjadikan Sriwijaya berhasil menguasai
perdagangan nasional dan internasional. Penguasaan Sriwijaya atas Selat Malaka
mempunyai arti penting terhadap perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim,
sebab banyak kapal-kapal asing yang singgah untuk menambah air minum,
perbekalan makanan dan melakukan aktivitas perdagangan.
Dalam bidang kebudayaan khususnya keagamaan, Kerajaan
Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha yang penting di Asia Tenggara dan Asia
Timur. Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah Agama Buddha Mahayana,
salah satu tokohnya ialah Dharmakirti. Para peziarah agama Buddha dalam
pelayaran ke India ada yang singgah dan tinggal di Sriwijaya. Di antaranya
ialah I'tsing.
Semoga artikel tersebut di atas tentang Sejarah
Kerajaan Sriwijaya bisa bermanfaat bagi sobat sobat sekalian. Apa bila ada dari
sobat yang menemukan kesalahan baik berupa penulisan maupun pembahasan, mohon
kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Terima kasih.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya
panjatkan kepada tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan limpahan
rahmatnyalah maka kami telah menyelesaikan sebuah makalah dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan
sebuah makalah dengan judul "Kerajaan Melayu dan Sriwijaya”. Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan
memohon pemakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada
tulisan yang saya buat kurang tepat, dan
kritikan saran sangat penulis harabkan dari pihak manapun guna untuk pencapain
hasil yang lebih sempurna.
Dengan ini saya mempersembahkan
makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi
makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.
Aceh Besar, 11 September 2014
Penulis
|
Senin, 22 September 2014
Menu dan Ikon Microsoft Excel 2007
Pada saat Anda memulai Excel 2007, akan muncul sebuah dokumen kosong. Mulai dari sini,
Anda dapat menambahkan data, mengubah tampilan data, meminta Excel meringkas data, atau
menemukan informasi dalam file bantuan Excel.
Gambar berikut menunjukkan komponen-komponen terpenting Excel 2007
A. Office Button
B. Quick Access Toolbar
C. Tab menu Ribbon
D. Title Bar
E. Ribbon
F. Cell Aktif
G. Name Box/Nama cell aktif
H. Formula Bar
I. Kolom/ Coloumns
J. Baris/ Rows
K. Nama sheet / Lembar Kerja
L. Scroll Horizontal
M. Scroll Vertical
N. SpreadSheet Area
Icon Menu Office Button
Perintah Menu yang ada di Office Button ini akan muncul saat ikon tersebut diklik, sebagaimana
ditampilkan dalam gambar berikut.
Konstruksi Pembangunan
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Seiring dengan
kemajuan jaman dan meningkatnya akan permintaan perumahan dalam pasar, maka
banyak bermunculan model-model baru dari bentuk disen bangunan yang ada,
sehingga berakibat pula dengan keanekaragaman struktur dan kontruksinya.
Kemudian Tingkat kerumitan disen, bahan bangunan yang kurang sesuai untuk
dipadukan dengan setruktur dan kontruksi tersebut juga berakibat pula di dalam hal pemakaian struktur dan kotruksinya.
Disisi lain
permasalahan yang timbul dilapangan adalah kurangnya tenaga ahli yang kompeten
dibidangnya, yang sekiranya dapat memeperkirakan setruktur-setruktur dan
kontruksi-kontruksi yang cocok dipakai dalam bangunannya tersebut, sehingga
permasalahan seperti bangunan baru saja selesai dibangun itu roboh tidak ada
lagi. Selain itu faktor permasalahan kuranganya tenaga ahli yang kompeten juga
diakibatkan karena sudupat pandang budaya masyarakat Indonesia khususnya
masyarakat jawa dan dapat di spesifikan lagi jawa-jawa bagian daerah yang
menganggap seorang ahli bangunan (seorang tehnik sipil/arsitek) adalah barang
yang langka dan mewah ynag sekiranya dapat dilibatakan dalam proses
pembangunan. Ini dapat kita buktikan kebanyakan masyarakat yang hanya cukup
melibatkan seorang tukang bangunan saja dalam proses pembuatan suatu bangunan.
Keindahan dan
kekokohan sebuah bangunan sangat tergantung terhadap rancangan kostruksi yang
dirancang sebelum bangunan dibangun. Perencanaan tersebut meliputi bagaimana
bentuk nya dan berapa anggara biaya yang akan dikeluarkan. Banyak sekali ragam
bentuk kostruksi bangunan baik berupa jembatan, sekolah, gedung, rumah
minimalis dan rumah sederhana lainnya,
bahkan jalan tempat lalu
lalangnya kenderaan yang tiada hentinya. Oleh karena itu sebuah bangunan yang
paling utamanya harus kokoh demi keselamatan penggunaanya dari segala resiko
yang akan ditimbulkan oleh bangunan tersebut.
Seperti
layaknya di Indonesia, akhir-akhir ini Indonesia sangat sering terjadinya gempa
bumi yang tidak sedikit membuat para penghuni dan pengguna bangunan apapun
menjadi takut dan waspada. Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan terjadi
maka para perancang atau perencanaan sebuah konstruksi bangunan harus
benar-benar memperhatikan dan merencanakan agar bangunan yang akan dibangun
kokoh. Selain itu keindahan sebuah bangunan juga harus diperhatikan untuk
membuat para pengguna tertarik dan senang menghuni bangunan tersebut.
Metode
konstruksi adalah bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk
mendapatkan tujuan dari proyek, yaitu biaya, kualitas dan waktu. Aspek
teknologi, sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya, aplikasi
teknologi ini banyak diterapkan dalam metode-metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Penggunaan
metode yang tepat, praktis, cepat, dan aman, sangat membantu dalam penyelesaian
pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga target waktu, biaya dan mutu
sebagaimana ditetapkan akan dapat tercapai. Dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi, adakalanya juga diperlukan suatu metode terobosan untuk
menyelesaikan pekerjaan di lapangan. Khususnya pada saat menghadapi
kendala-kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan
dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan metode pelaksanaan konstruksi yang
sesuai kondisi lapangan, akan sangat membantu dalam penyelesaian proyek konstruksi bersangkutan. Penerapan
metode pelaksanaan konstruksi, selain terkait erat dengan kondisi lapangan di
mana suatu proyek konstruksi dikerjakan, juga tergantung pada jenis proyek yang
dikerjakan. Metode pelaksanaan pekerjaan
untuk bangunan gedung berbeda dengan metode pekerjaan bangunan irigasi, bangunan pembangkit
listrik, konstruksi dermaga maupun konstruksi jalan dan jembatan. Semua tahapan
pekerjaan gedung mempunyai metode pelaksanaan yang disesuaikan dengan disain
dari konsultan perencana. Perencanaan metode pelaksanaan pekerjaan struktur
didasarkan atas design, situasi dan kondisi proyek serta site yang ada dalam
data-data proyek. Data-data tersebut merupakan data yang mempengaruhi dalam
menentukan dan merencanakan metode pelaksanaan gedung.
Konstruksi
merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang
arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan
atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara
ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangun(an) yang
terdiri dari bagian-bagian struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan adalah
bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. contoh lain:
Konstruksi Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain.[1]
Konstruksi
dapat juga didefinisikan sebagai susunan (model, tata letak) suatu bangunan
(jembatan, rumah, dan lain sebagainya)[2]
Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam
kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa
pekerjaan lain yang berbeda.
1.1. Tujuan
Pembahasan
Berdasarkan
latar belakang yang penulis uraikan diatas, adapun tujuan pembahasan daripada
karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara merangcang sebuah
konstruksi bangunan yang kokoh dan indah serta mengetahui bentuk-bentuk
kostruksi bangunan yang berupa tata, pondasi, dinding, lantai dan atab sebuah
bangunan, baik berupa bangunan gedung, toko, jembatan, gedung bertingkat dan
bentuk rumah minimalis dan rumah sederhana.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Bangunan
Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu
dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air.
Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana,
prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam
membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta
rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain.
Suatu benda dapat dikatakan sebagai bangunan bila benda tersebut
merupakan hasil karya orang dengan tujuan untuk kepentingan tertentu dari
seseorang atau lebih dan benda tersebut tidak dapat dipindahkan kecuali dengan
cara membongkar.
Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu
dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air.
Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana,
prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam
membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta
rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain.
Suatu benda dapat dikatakan sebagai bangunan bila benda tersebut
merupakan hasil karya orang dengan tujuan untuk kepentingan tertentu dari
seseorang atau lebih dan benda tersebut tidak dapat dipindahkan kecuali dengan
cara membongkar.
2.1.1. Maksud dan Tujuan
Pembuatan Bangunan
Segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh manusia selalu memiliki
maksud dan tujuan. Perumusan maksud dan tujuan yang telah ditentukan sangat
berguna sebagai arah dan jalan yang tepat termasuk juga memilih berbagai usaha
yang dapat dilakukan serta fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk mencapai
tujuan tersebut.
Begitu pula dengan ilmu bangunan yang juga memiliki maksud dan
tujuan. Maksud dan tujuan pembuatan bangunan adalah untuk mengetahui secara
jelas bagaimana cara merencanakan, melaksanakan pembuatan bangunan dan
memperbaikinya agar bangunan itu kuat, awet, sehat, nyaman ketika digunakan dan
harganya murah atau terjangkau.
2.1.2. Jenis-jenis Bangunan
Bangunan sebagai suatu benda hasil karya orang umumnya besar dan
mempunyai bobot yang tinggi serta dikerjakan oleh orang banyak. Mengingat
banyaknya macam bangunan dalam bidang teknik, maka dapat dibedakan menjadi
jenis-jenis sebagai berikut :
- Bangunan kering, yang diantaranya adalah
gedung, rumah, jalan, pabrik, tempat ibadah , dan lain-lain.
- Bangunan basah, yang diantaranya adalah
saluran air, menara air, dermaga, pelabuhan, bendungan, saluran irigasi
dan lain sebagainya.
Mengingat ruang lingkup dan jenis bangunan yang cukup luas, maka
dalam materi ini hanya akan dibahas ilmu bangunan gedung saja..
2.1.3. Bagian-bagian
Bangunan Gedung
Setiap bangunan merupakan susunan sesuatu yang terdiri dari
komponen-komponen yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya agar
mendapatkan konstruksi yang stabil.
Ditinjau dari sisi susunannya, bagunan gedung dapat dibagi menjadi
3 (tiga) bagian yaitu sebagai berikut:
- Bagian Bawah
Yaitu bagian-bagian bangunan yang
terletak dibawah permukaan lantai atau bagian bangunan yang ada di dalam tanah,
seperti balok beton (sloof), kolom beton dan pondasi. Bangunan bagian bawah ini
berfungsi untuk menahan semua beban bangunan yang berada diatasnya termasuk
beratnya sendiri.
- Bagian Tengah
Yaitu bagian-bagian bangunan yang
terletak diatas balok beton (sloof), seperti dinding, pintu dan jendela.
- Bagian Atas
Yaitu bagian-bagian bangunan yang
terletak diatas dinding (pasangan bata), seperti plafond, balok cincin (ring
balk), rangka atap dan penutup atap.
* untuk lebih Lengkap hubungi Ane ya ! :D (tjoett@gmail.com : facebook, google, SlideShare, blogspot all in one pokek ne ) :D
[1]
http://id.wikipedia.org/wiki/Konstruksi
(diakses pada tanggal 21 September 2014 pukul 22:40)
[2]
Pusat Bahasa (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:
Balai Pustaka. ISBN 9789794071823.
Langganan:
Postingan (Atom)

























